3D Printing di Indonesia

10366125_10154009647841252_2285343101118214636_n

3d printer adalah fenomena yang akan mengubah dunia. Seperti halnya hadirnya smart phone yang mengubah gaya, budaya, dan pola hidup. Dari pola hidup konsumtif menjadi produktif, dan kreasi yang tanpa batas. 3d printing adalah jembatan yg bisa memunculkan kreativitas-kreativitas baru untuk indonesia yg lebih kreatif.

Dunia 3D printing memang relatif baru, tapi perkembangannya begitu pesat. 3D printing masuk kategori 5 besar dalam kategori teknologi yang berkembang seperti dilansir majalah Forbes. Dalam artikel lain, Forbes menyebutkan perkiraan pertumbuhan industri 3D printing hingga tahun 2020 yang mencapai revenue sebesar USD 21 miliar dibandingkan dengan USD 3,07 miliar di tahun 2013.

Bagaimana dengan pertumbuhan 3D Printing di Indonesia? Meskipun Indonesia termasuk jajaran negara dengan penduduk terbesar di dunia, tetapi belum begitu terlihat dalam peta 3D printing dunia.

1map

Belum ada riset yang komperehensif mengenai dunia 3D printing di Indonesia. Tetapi dari pengamatan di lingkup kecil sekitar kita saja, bisa dilihat bahwa kebanyakan orang masih mengernyitkan dahi ketika mendengar kata 3D Printer. Kebanyakan masih menganggap bahwa 3D printer adalah barang antah-berantah. Padahal, saat ini dunia 3D printing sudah merambah ke produk rumah tangga dengan harga yang sudah relatif terjangkau. Tidak perlu ahli dalam software desain 3 dimensi. Sumber-sumber obyek tiga dimensi yang bisa dicetak sudah bertebaran dan bisa didownload gratis di dunia maya. Sebut saja misalnya Thingiverse,  YouMaginePinshapeMyMiniFactory, dan masih banyak lainnya.

IMA 3D Printer mempunyai visi, bahwa semakin populer 3D printer di Indonesia, semakin besar dampaknya untuk kemajuan Indonesia yang lebih baik. Tidak hanya di lingkup industri seperti desain, arsitektur, dan mekanikal, tetapi juga sampai menyentuh dunia pendidikan, kebutuhan keluarga, dan rumah tangga.