IndoBuildTech 2nd phase

Ima 3D Printer Indonesia and Cinta 3D Print Shop @ IndoBuidtech 2019

Prepare your visit to The 18th Indonesia’s Largest Exhibition of Building Material & Interior!

Only one click away to attend and avoid the queues at IndoBuildTech Jakarta 2nd Phase by registering yourself on our official website at www.indobuildtech.com

Don’t miss these chances to get special offers and promotions from world class brands, experience various architecture installations from top Indonesian architecture bureaus and gain insights from professionals through business forums

Make sure you get yourself registered and see you at IndoBuildTech Jakarta 2nd Phase!

IMA on Indobuidtech 2019

IndoBuildTech Expo is Back!
Indonesia’s Largest Exhibition of Building Material and Interior will be held on 20-24 March 2019.

Prepare yourself to welcome the advancement of technology in Architecture, Interior and Building industries in Indonesia!

With the new theme “Establishing Architecture 4.0”, IndoBuildTech invites you to immerse yourself in the utilization of new technology that can increase the efficiency and effectivity in Architecture industry through the implementation of Architecture 4.0. Find the latest next generation building materials that are environment friendly that can enhance the success of your projects.

Don’t forget to visit www.indobuildtech.com to register yourself via online visitor registration and get several benefits such as: Free Shuttle to ICE BSD, Free Ride Vouchers, Wi-Fi, Visitor Lounge and Free Parking.

Auto Bed Leveling

IMA2020 Auto Level

Yang perlu diketahui dari auto level. Istilah yang tepat sebenarnya adalah auto bed compensation, di mana proximity sensor mengukur jarak antara papan platform dengan nozzle. Seandainya permukaan papan melengkung atau miring, maka sistem akan memberi kompensasi dengan cara mengangkat/menurunkan sumbu Z agar jaraknya konstan.

Jarak sensing proximity sensor sifatnya tetap(fixed). Untuk membuat nozzle agar jaraknya pas 0.1mm di atas bed, maka perlu diatur Z-offset. Z-offset adalah selisih antara jarak sensing (biasanya 4mm, 8mm, atau 14mm tergantung jenis sensor) dengan posisi sensor terhadap nozzle.

Tips: Jika waktu printing jarak nozzle terlalu mepet dengan bed, maka tambah Z-offsetnya dengan penambahan kelipatan  0.1mm (tergantung seberapa mepet). Misal sebelumnya Z-offset – 2.2mm (MINUS 2.2) menjadi -2.1 mm

Cara atur Z Offset: dari menu LCD Control>motion>Z offset
Jangan lupa SIMPAN ke memori dari menu LCD Control>store memory, agar seting tidak berubah setelah printer dimatikan.

IMA2020 auto level sudah di-tes dan diatur  preset sebelumnya. Jika suatu saat terjadi penyimpangan misalnya karena posisi sensor berubah, atau karena pengiriman, berikut cara mengukurnya:

Langkah-langkah mengukur jarak nozzle dengan bed (KALIBRASI SENSOR):

  1. Dari menu prepare, lakukan auto home
  2. Ke menu prepare>level bed. Printer akan bergerak sendiri mengukur di 9 titik. (jangan dibalik-balik urutannya antara level bed dengan auto home, dan jangan lakukan auto home setelah level bed)
  3. Menu prepare>move axis>gerakkan sumbu X ke arah tengah (putar tombol berlawanan jarum jam untuk gerakan minus/ke kiri)
  4. Menu prepare>move axis, gerakkan sumbu Z, pilih increment 0.01, turunkan sampai nozzle mendekati bed. Ukur jaraknya dengan bantuan kertas HVS 90 mg, jarak yang pas adalah ketika kertas masih mudah ditarik, tetapi agak tertahan waktu didorong. CATAT angka sumbu Z di LCD, misalnya angkanya tertera –0.2
  5. Atur Z offset dari menu Control>motion>Z offset. Tambahkan angka yang tertera dengan angka yang sebelumnya kita catat (-0.2).
    Rumusnya adalah:

    Angka saat ini ditambah angka penyimpangan


    Misalnya angka saat ini: -1.2
    Maka angka revisinya adalah:

    -1.2 + (-0.2) = -1.4

  6. Simpan ke memori dari menu Control>store memory.

Selanjutnya langkah-langkah ini tidak perlu dilakukan lagi, kecuali terjadi penyimpangan.

—————————————

Yang boleh dan yang tidak boleh

Kita boleh menambahkan kaca asal tebal kaca tidak lebih tebal dari jarak sensing. Rekatkan kaca kuat-kuat menempel di bed menggunakan binder clip ukuran kecil, jangan sampai ada rongga. Hati-hati jangan menggunakan binder clip ukuran besar, karena dikhawatirkan logamnya akan terdeteksi oleh sensor

Core-XY Plotter Drawing Machine- Semi assembled

  1. Rangkai dan hubungkan sumbu X dengan sumbu Y, jalur timing belt ada lah seperti berikut:
  1. Firmware sudah diisi, servo disetting untuk software EleksCAM
  2. Download software EleksCAM untuk menjalankan plotter. Dari http://wiki.eleksmaker.com/doku.php?id=elekscam . Instal driver dari menu panah di kanan atas, atau download dari http://www.wch.cn/download/CH341SER_EXE.html
  3. Jalankan Elexcam sebagai Administrator >klik kanan run as administrator, atau ubah permanen dari property
  4. Ikuti petunjuk penggunaan dari halaman eleksCAM. Di Menu Setting ubah power laser dari 1000 menjadi 50
  5. Bugs: Untuk PicCarve kadang muncul error, abaikan dengan klik “ignore” 
  6. TUTORIAL Core XY Drawing: http://ima3dprinter.com/tutorial-core-xy-drawing-machine-elekscam/

IMA2020 3D Printing Get Started

Petunjuk penggunaan IMA 2020

  1. Pastikan cable tease dan pengaman pengiriman sudah dilepas sebelum dipakai
  2. Listrik menggunakan voltase AC 220V, Daya listrik sampai dengan 240W ketika menggunakan heated bed. Ketika tidak menggunakan heated bed maksimum sampai dengan 72W.
  3. Letakkan 3D printer di tempat yang datar dengan sirkulasi udara yang cukup

 

Persiapan mencetak

  1. Pastikan sumbu X dalam kondisi datar. Ukur ketinggian sumbu X menggunakan penggaris. Jika tidak datar, atur dengan memutar coupling agar naik/turun hingga pas. Cara ini dilakukan ketika printer belum menyala.

  1. Pastikan belt sumbu X dan sumbu Y tidak terlalu kendor dan tidak terlalu kencang.
  2. Colokkan kabel power ke listrik 220V AC, Nyalakan tombol power di samping printer
  3. Dari layar menu, pilih Prepare>auto home.
    Printer akan bergerak ke posisi HOME, ditandai dengan sumbu X, Y dan Z menyentuh saklar endstop di ujung setiap sumbu. Ketika menyentuh endstop, maka printer mengenalinya sebagai titik HOME, dimana posisinya menjadi titik X0, Y0, dan Z0.
  4. Intip posisi ujung nozzle, jarak ideal ujung nozzle dengan platform/bed adalah 0.3 mm. Jika terlalu rapat akan menggores bed, jika terlalu renggang ketika mencetak nanti tidak akan menempel di bed.
    Mengatur jaraknya bisa menggunakan setelan endstop Z (dengan cara auto home ulang setelah disetel) atau dari setelan bed yang ada per nya(langsung terlihat efeknya).

Cara meratakan permukaan bed:

Permukaan bed yang datar merata adalah kunci sukses 3d print. Setelah auto home, disable stepper agar kita bisa bebas menggerakkan sumbu X dan Y ke setiap sudut bed. Pergi ke menu Prepare>disable stepper.
Lalu gerakkan sumbu X dan Y ke setiap pojok bed. Atur ketinggiannya dengan memutar setelan per yang ada di setiap pojok bed. Gunakan selembar kertas HVS untuk mengukur jaraknya. Jarak ideal setebal kertas HVS, tidak terlalu seret dan tidak terlalu longgar. Rasakan ketika kertas ditarik masih bisa bergerak, tetapi ketika didorong kertas menekuk.
NOTE: Pastikan ujung nozzle bersih dari sisa filamen. Jika ada kotoran sisa filamen akan memengaruhi ujuran jarak. Panaskan nozzle dari menu Prepare>preheat PLA> preheat PLA untuk memanaskan nozzle. Setelah suhu tercapai, bersihkan nozzle dengan kain tahan panas atau pinset.
Untuk mendinginkan nozzle: Prepare>cooldown

 

Memasukkan Filamen ke hotend

Diameter filamen adalah 1.75mm, sementara diameter nozzle bervariasi dari 0.2, 0.3, 0.4, 0.5mm, dst. Filamen akan keluar melalui ujung nozzle melalui proses pemanasan. Jadi syarat untuk memasukkan filamen ke dalam hotend adalah memanaskan nozzle sesuai material filamen. PLA: 185-200 derajat, ABS: 230-240 derajat.
Cara memanaskan nozzle: dari Menu>preheat PLA atau Preheat ABS (tergantung materialnya apa).
Cara memanaskan nozzle secara manual/custom: ke Menu>control>temperature>nozzle. Atur suhunya dengan memutar penala.

  1. Dalam kondisi nozzle panas, buka penutup/lever extruder menggunakan obeng.
  2. Masukkan filamen dengan hati-hati. Pastikan arah filamen masuk lurus tidak menyisip. Jika filamen melengkung, luruskan dengan cara menekan-nekan menggunakan tangan. Masukkan hingga tembus keluar ke ujung nozzle. Filamen yang bagus dan suhu yang pas akan meleleh dengan lurus, ringan dan lancar. Jika terasa berat mungkin suhu kurang panas. Jika lancar tetapi keluarnya keriting mungkin suhu terlalu tinggi.
  3. Rasakan dan cari suhu yang pas dengan mengatur suhu secara manual dari menu Control>temperature>nozzle.
  4. Catat suhu idealnya untuk nanti dimasukkan ke dalam setingan parameter software/slicer. Tutup kembali lever extruder. Kencangkan dengan cukup, tidak terlalu kencang, tidak terlalu los.

Printer IMA 2020 telah siap untuk mencetak.

 

Selanjutnya mulai slicing menggunakan software Repetier host di sini.